Bekerja Pada Orang Lain atau Bangun Bisnis Sendiri

Berusaha mencari rezeki yang halal lagi baik – apa pun jenis pekerjaannya – bernilai kebaikan di hadapan Allah. Prinsip yang terpenting adalah dilandasi niat baik, bersungguh-sungguh dalam mengusahakannya, serta berupaya menunjukkan integritas dan profesionalitas dalam menekuninya.

Bekerja Pada Orang Lain atau Bangun Bisnis Sendiri

Integritas merupakan suatu sikap yang mengutamakan kejujuran, keadilan, bertanggung jawab, serta menunjukkan nilai-nilai kebenaran lainnya. Orang-orang yang berintegritas adalah mereka yang ucapannya sesuai dengan perbuatan, dan perilakunya mencerminkan nilai-nilai luhur Islam. Mereka mempunyai komitmen yang tinggi terhadap kehidupan dan pekerjaannya. Mereka juga dapat diandalkan karena melakukan hal-hal yang benar dengan argumen yang benar pula.

Pakar pengembangan diri (self development) Stephen Covey berpendapat, integritas merupakan konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Sedangkan menurut Burt Nanus (1989), integritas menjadi bagian penting dari apa yang disebut sebagai “keahlian hebat dari kepemimpinan”.

Adapun profesionalitas berarti membuktikan diri sebagai pribadi yang mampu bekerja sebaik mungkin sesuai landasan efektivitas kerja dan optimalisasi hasil. Di antara sikap yang menyertai profesionalitas itu adalah ketekunan, ketelitian, kedisiplinan, memiliki perencanaan ke depan, dan pantang menyerah.

Di beberapa kesempatan, Rasulullah saw sering memotivasi para sahabat untuk berusaha. Beliau mengatakan, “Berusaha untuk mendapatkan penghasilan halal merupakan kewajiban, di samping sejumlah tugas lain yang telah diwajibkan.” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

Beliau menegaskan, tidak ada satu pun makanan yang lebih baik daripada yang dimakan dari hasil keringat sendiri.” (HR. Al-Buhkari). Adapun “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang benar-benar tulus, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Daruqutni).

Tujuan utama untuk meraih takdir (rezeki) yang baik antara lain adalah menjadi pribadi yang mandiri, menjauhi sikap meminta-minta, serta mampu memberi manfaat ekonomi pada sesama yang membutuhkan. Islam memerintahkan demikian karena memang manusia memiliki kemampuan untuk merubah takdir buruk seperti kemelaratan atau kemiskinan ini.

Leave a Reply